jump to navigation

Memaknai Kembali Kemampuan Berbahasa Arab Umat Islam December 31, 2008

Posted by pakwandi in Yayat Hidayat.
Tags:
trackback

Oleh: Ustadz Yayat Hidayat, S.PdI.

Sebuah Mukadimah

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (QS. Al Anbiya: 10).

Teks diatas dengan tegas mengingatkan kita semua akan pentingnya memahami bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur’an secara totalitas tanpa mengenal batas waktu yang ditetapkan. Semakin besar perhatian orang mengulas Al Qur’an , maka semakin besar pula kemuliaan yang akan diperoleh. Namun ada pertanyaan di akhir ayat yang mengagetkan, yaitu baris ayat yang paling akhir, “Maka apakah kamu tiada memahaminya?”.

Terlepas dari konteks budaya dan peradaban umat manusia yang heterogen, maka setidaknya ada beberapa implikasi penting yang menyebabkan lemahnya kemampuan memahami bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur’an. Salah satu faktor penyebabnya adalah ragam bahasa manusia yang bermacam-macam dimuka bumi ini. Namun pertanyaan mendasar yang mungkin keluar adalah mungkinkah

kita memahami sekaligus berkomunikasi dengan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an tersebut.
Menurut penelitian, pakar lingustik menegaskan pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi (communication competence). Kemampuan ini kita peroleh melalui transmisi budaya, yaitu dasar sesuatu yang kita dapatkan melalui suatu proses belajar dan bukan sebagai warisan. Walaupun sama-sama diperoleh melalui proses belajar, tingkat pengusaan kemampuan ini diantara kita tidak sama. Ada yang mengusai kemampuan itu sangat tinggi dan ada yang menguasai kemampuan itu sedang-sedang saja. Perbedaan ini muncul dan sangat wajar karena intensitas dan kapasitas mempelajari kemampuan itu antara orang yang satu dengan orang yang lainnya pun tidak sama.

Kemampuan berkomunikasi juga bisa disebut sebagai kemampuan berbahasa karena di dalam berkomunikasi kita menggunakan bahasa sebagai media utamanya. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi dapat dijabarkan sesuai dengan tingkat-tingkat kemampuan bahasa , yaitu:

a.    Kemampuan menyimak (maha’rah al istima’)
b.    Kemampuan berbicara (maha’rah al kalam)
c.    Kemampuan membaca (maha’rah al qira’ah)
d.    Kemampuan menulis (maha’rah al kitabah)

Keempat kemampuan itu merupakan satu kesatuan dalam rangka mendukung kemampuan untuk mendukung kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an yang baik . Oleh karena itu, meningkatkan penguasaan berbagai kemampuan itu secara terus-menerus akan sangat mendukung penguasaan kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan baik.
Sebagai kesimpulan bahwa untuk memahami Al-Qur’an tidak terlepas dari penguasaan keempat maha’rah tersebut . Semakin mampu kita melewati kronologis kegiatan bahasa diatas maka akan semakin cepat pula kita akan mampu memahami sekaligus berkomunikasi dengan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. (Yhi)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: