jump to navigation

KONSEP KAJIAN ISLAM INTENSIF ( TARBIYAH ISLAMIYAH ) January 8, 2009

Posted by pakwandi in Muhammad Qasim Saguni.
Tags: ,
trackback

Kajian Islam Intensif (KII) selanjutnya disebut dengan Tarbiyah Islamiyah, karena unsur-unsur dan tujuan yang terdapat dalam KII dihimpun dalam tarbiyah Islamiyah, seperti kajian Islam yang kontinyu (istimror), kajian Islam yang integral (syamil) yang merujuk pada sumber yang shahih, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana yang dipahami oleh generasi Salafus Shalih.

I. DEFINISI TARBIYAH
• Etimologis : Tarbiyah berasal dari kata ربي – يربي – تربية yang berarti :
– Penambahan atau peningkatan ( الزيادة )
– Pertumbuhan dan perkembangan ( النشئ والترعرع )
– Perbaikan/pengaturan/pengurusan/pemeliharaan (الاصلاح والقيام على شئ والتدبر والرعاية)
• Therminologis :
Definisi Umum:
1. Menumbuhkan sesuatu dari satu kondisi ke kondisi lain sampai kepada kesempurnaan (Ar Raghib Al Ashfahani dalam Mufradatnya)
2. Menyampaikan atau mengantarkan sesuatu pada kesempurnaan selangkah demi selangkah (Imam Al Baydhowy dalam Kitab Anwaarut Tanzil)
Definisi Khusus:
Tarbiyah Islamiyah :
adalah satu sistim pembinaan ke Islaman yang syamil, terpadu dan berkesinambungan yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang memiliki sifat-sifat yang unik (Al Mutamayyizah) yaitu: Mu’min,Mushlih,Mujahid,Muta’awin dan Mutqin ( 5 M )
Penjelasan 5 M :
• Mu’min :
o Paham Islam dengan manhaj yang shahih
o Beriman dan bertauhid (terbebas dari kufur dan syirik)
o Komitmen pada syariat Islam
o Tekun beribadah sesuai sunnah (memiliki ruhiyah yang hidup)
o Memiliki akhlak yang terpuji
o Mengamalkan adab-adab Islamy

• Mushlih:
o Menjadi dai/murobbi
o Mampu menjadi agen perubah (min anashir at taghyir) di wilayahnya (tempat tinggal dan pekerjaannya)
o Mampu menyelesaikan problema-problema masyarakatnya.

• Mujahid:
o Memiliki kesadaran untuk berjuang
o Bersungguh-sungguh (maksimal)
o Sabar menghadapi kendala-kendala/tantangan perjuangan
o Rela berkorban

• Muta’awin :
o Iltizam (komitmen) dengan jama’ah (terikat dan terlibat)
o Memiliki kesadaran berjuang dengan berjamaah (bertandzim)
o Siap memimpin dan dipimpin
o Mudah ta’awun dengan sesama pejuang dan tidak mudah konflik

• Mutqin (Profesional)
o Berjuang dengan memberikan dan menyalurkan potensi dan keahlian (kafa-ah) yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya.
o Tekun, teliti, cermat, amanah dan tuntas dalam bekerja
o Mengetahui betul pos perjuangannya

II. LANDASAN & ISTI’NAS
1. Al Qur’an Surah Al jumu’ah (62) ayat 2-3
2. Al Qur’an Surah Ali Imran (3) ayat 79.
3. Riwayat :
أدبني ربي فأحسن تأديبي
Terjemahan : Tuhanku telah mendidikku dan Ia mendidikku dengan sebaik baik-baik pendidikan.
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dan Syekh Nashiruddin Al Al Bani Rahimahullah bahwa riwayat tersebut dhaif, tetapi maknanya benar.
4. Merupakan solusi problematika ummat pada hari ini
5. Madrasah Nubuwwah di Baitul Arqam

III. UNSUR-UNSUR TARBIYAH
1. Pemahaman dan penghayatan Islam
2. Penumbuhan, Penjagaan dan pemeliharaan ke Imanan
3. Penumbuhan potensi dan bakat sehingga menjadi suatu keahlian
4. Adanya tahapan (marhaliyah)

IV. RUANG LINGKUP TARBIYAH DAN PROGRAM-PROGRAMNYA
1. Tarbiyah Fikriyyah/Aqliyah :
• Kajian Tematik/maudhuiyyah (Kadis)
• Telaah Hadits
• Tahsinul Qira’ah
• Hafalan Nomor dan nama-nama surah
• Diskusi Buku
• Hafalan Al Qur’an dan Hadits
2. Tarbiyah Imaniyyah/Ruhiyah
• Shalat berjama’ah
• Tadarrus Al Qur’an
• Kajian Tazkiyatun Nafs
• Mabit Jama’i: qiyamul lail, pembacaan kisah-kisah shahabat, adzkar
• Shaum ( Puasa ) bersama
• Ziyarah akhawiyah

3. Tarbiyah Badaniyyah/Jasadiyyah
• Amal jama’i
• Riyadhah
• Rihlah
• Muhibbah
V. CONTOH APLIKASI HALAQAH TARBAWIYAH PEKANAN
A. Agenda & Alokasi Waktu Liqo Tarbawy pekanan
1. Sebaiknya liqo tarbawy dimulai atau diakhiri dengan “Sholat Berjama’ah” di Masjid untuk menanamkan kebiasaan dan kegemaran sholat berjama’ah bagi mutarabbi (Binaan).
2. Durasi waktu pelaksanaan prog.tarbiyah pekanan kurang lebih 2 (dua) jam dengan alokasi sebagai berikut :

No Durasi Waktu Kegiatan
1 30 menit Tadarrus&Tahsinul Qira’ah atau setor hafalan
2 45 menit Penyajian Materi Kadis
3 30 menit Telaah Hadits
4 15 menit Problem Solving, Makan minum

B. Agenda & Alokasi Waktu Kegiatan Mabit Jama’I (bermalam bersama)
1. Kegiatan dimulai dengan “Sholat Isya berjama’ah di Masjid” dilanjutkan dengan Asya (santap malam bersama).Program ini bertujuan untuk mempraktekkan adab-adab makan dan minum yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
2. Durasi waktu pelaksanaan prog.Mabit kurang lebih 11 (sebelas) jam dengan alokasi sebagai berikut :

No Durasi Waktu Kegiatan
1 30 menit Tadarrus&Tahsinul Qira’ah atau setor hafalan
2 45 menit Penyajian Materi Kadis atau materi lepas
3 30-45 menit Tazkiyatun Nafs
4 30 menit Pembacaan kisah-kisah Nabi/Shahabat
5 3 Jam Istirahat
6 1 Jam Qiyamul lail
7 30 menit Sholat Shubuh & Adzkar Shobah
8 30-45 menit Problem Solving
9 30-60 menit Riyadhah Badaniyah

sumber: http://www.qosimsaguni.co.cc

Comments»

1. farhat khan - November 26, 2009

Subhanallah, integral bangets konsep dan aplikasi tarbiyah itu ya, mari kita laksanakan tarbiyah yang integrral itu secara istimror/ kontinyu hingga khusnul khotimah…amin, blog yang mencerahkan dan penuh ilmu bermanfaat bro…., lam kenal , lam jihad dan lam ukhuwah….wassalamu’alaikum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: