jump to navigation

Mereka Pejuang Tangguh January 9, 2009

Posted by pakwandi in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
trackback

Berawal dari sebuah rumah sederhana milik Arqam, sahabat belia Rasulullah. Sejak itulah, syiar Islam mulai merayap dan tertatih, pelan dan perlahan. Awalnya, tak ditemui kendala yang berarti. Dakwah masih berlangsung secara sembunyi-sembunyi.

Perjalanan waktu terus bergulir, benturan kecil mulai menyapa. Kelahiran Islam, telah dianggap mengusik ketenangan. Pasalnya, Islam hendak mengubah keyakinan nenek moyang yang telah turun temurun menyembah berhala. Kehadiran Islam mulai diperhitungkan. Karena itu, bagi para penganut Islam, siksa dan dera menjadi santapan yang harus dicicipi. Tak terkecuali, terik mentari yang menyengat ikut menjadi saksi bisu perjuangan mereka kala itu.

Respon keras terasa lebih menyayat hati kaum muslimin, terutama saat dakwah dilakukan secara terang-terangan. Caci dan maki seolah melambai setiap hari mengiringi langkah maju. Hanya keteguhan iman yang terpatri. Inilah modal pertahanan yang paling ampuh. Lemparan batu, bahkan kotoran Onta harus mendarat ke tubuh Rasulullah saw.

Tidak kurang dari tiga belas tahun, Umat Islam berada dalam bayang-bayang ketertindasan. Hingga akhirnya, Muhammad saw bersama para pengikutnya harus rela terusir dari kota Makkah. Disinilah, babak baru perjuangan kaum muslimin di Madinah telah di mulai. Islam disambut antusias dan berkembang pesat. Karena itu, saatnya umat Islam tidak tinggal diam. Bangkit melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan. Jihad fi sabilillah untuk menegakkan kalimat Allah.

Episode baru yang menorehkan kisah heroik. Gejolak pertarungan berkecamuk dari waktu ke waktu. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Pahlawan Islam banyak menemui syahidnya. Darah segar yang mengalir membasahi bumi menjadi saksi sebuah perjuangan suci. Kekuatan Islam membuat mata dunia terbelalak. Kaum Quraisy harus berfikir ulang untuk melakukan penyerangan. Pihak Yahudi harus berkonspirasi.

Semangat Berani Berkorban

Tekanan pihak luar (baca: kafir) yang kuat, justru menghidupkan semangat pengorbanan dan perjuangan. Abu Bakar, Umar Ibn Khattab, Utsman Ibn Affan dan Ali Ibn Abi Thalib adalah penerus estafet perjuangan yang pantang menyerah. Para shahabat besar adalah pejuang-pejuang tangguh. Mereka tak takut mati, rela berkorban dengan segenap upaya, harta bahkan jiwa.

1. Nabi Muhammad saw

Tercatat mewarnai lembaran sejarah, bahwa Nabi Muhammad saw adalah komandan perang yang ulung. Meski demikian kekalahan pahit juga pernah di derita kaum muslimin, menjadi lengkap warna-warni perjuangan. Rasulullah saw. Nabi saw pernah terluka bersimbah darah saat perang Uhud, gigi Rasulullah pun tanggal. Komandan perang yang berani mengambil risiko di garda depan.

Telah tercatat Nabi saw memimpin pertempuran sebanyak 27 kali yang dikenal dengan istilah ghazwah. Adapun yang tidak disertai Nabi saw pada masa hidupnya dikenal dengan istilah Sariyah. Sariyah adalah pertempuran yang dipimpin oleh kader hasil didikan Nabi saw yang tak lain adalah para shahabat beliau. Pengiriman Sariyah ini terhitung sejumlah 35 kali sepanjang di Madinah. Ini mengindikasikan bahwa beliau adalah pejuang tangguh.

2. Abu Bakar As-Shidiq

Abu bakar, adalah sosok sahabat yang selalu membenarkan dan membela Nabi saw, turut menyertai pada detik-detik hijrahnya Nabi saw. Abu Bakar juga turut melindungi Rasulullah saw pada saat perang Badar berlangsung. Abu Bakar turut menyelamatkan Rasulullah saw dari percobaan pembunuhan oleh Uqbah Ibn Abi Mu’ith. (Fathul Baari, kitab Manakib bab Ma laqiyan Nabi wa ashabuhu fi musyrikin makkah VII/165)

Abu Bakar juga merupakan penopang dana yang besar. Pada saat masuk Islam, Abu Bakar termasuk salah satu konglomerat Quraisy. Di rumahnya tersimpan 40.000 dirham, lalu ia gunakan semuanya untuk jalan Allah. Banyak sekali Budak yang dimerdekakan Abu Bakar, diantaranya ada tujuh yang terkenal. Bilal bin Rabah, Amir bin Fuhairah, Zunairah, Al-Hindiyah dan anaknya yang keduanya adalah budak Bani Abdi Dar, budak perempuan Bani Mu’amal dan Ummu Ubais.(Lihat Al-Bidayah Wan Nihayah III/58, Sirah Ibnu Hisyam I/340)

Abu Bakar juga meneruskan upaya pengiriman pasukan melawan Romawi yang dipimpin Usamah Ibn Zaid, serta kebijakan yang menakjubkan adalah memerangi orang-orang yang murtad.

3. Umar bin Khatthab

Umar Ibn Khatthab r.a, sahabat yang berani membuat gebrakan baru saat ikrar Islamnya. Ia mengumumkan secara terang-terangan keislamanannya di Ka’bah. Pantaslah bila Umar Ibn Khatthab dikenal dengan Al-Faruq (yang membedakan antara hak dan batil). Saat Jumail Ibn Ma’mar Al-Jumahi segera memegangi baju dan menyeret umar. Umar Ibn Khatthab pun memberikan perlawanan, padahal shahabat Umar dikeroyok sejumlah orang yang tengah hadir di Ka’bah semenjak pagi hingga matahari tepat di atas kepala.(Lihat Sirah Ibnu Hisyam I/370)

Dalam Kitab Tarikhul Islamy karya Mahmud Syakir, disebutkan bahwa saat Umar masuk Islam ia mengetuk pintu rumah orang-orang Quraisy memberitahukan keislamannya. Ketika para pemuka marah dan berang menyerangnya Umar melawannya menerkam Utbah Ibn Rabi’ah membantingnya dan memasukkan jari-jarinya ke mata Utbah, hingga menjerit kesakitan, lantas yang lainnya menyingkir. Sehingga semua orang mundur kembali.

Saat berhijrah Umar Ibn Khatthab berani berhijrah secara terang-terangan. Umar ibn Khatthab pada masa kekhalifahannya juga berhasil membersihkan jazirah Arab dari orang-orang musyrik dan tidak membiarkan seorangpun dari mereka tinggal di sana.

4. Utsman bin Affan

Utsman ibn Affan sosok mujahid yang dermawan. Beliau rela berkorban harta membeli sumur rumata milik seorang Yahudi yang dikomersilkan kepada kaum muslimin. Beliau membeli seharga 20.000 dirham dan mewakafkannya untuk semua orang. (Lihat, Kitab Shahih Nasa’I II/76)

Shahabat ini juga membeli tanah untuk perluasan Area Masjid seharga 25.000 dirham.(Fathul baari V/48)

Dalam perang Tabuk bekal logistic prajurit mengalami kesulitan. Maka tampilah Utsman Ibn Affan menyumbangkan harta yang sangat banyak. Sejumlah 300 ekor unta berikut pelana duduk dan pelana barang. Selain itu beliau masih menyumbangkan 1000 dinar ke pangkuan Rasulullah.(Tarikh Khulafa’ karya A-Suyuthi hal. 151)

5. Ali Ibn Abi Thalib

Ketika menelaah pertempuran – pertempuran yang diarungi Rasulullah, disitu selalu didapati peran Ali r.a, yang sangat besar. Pada satu kesempatan beliau memegang bendera perang, pada saat yang lain mengoyak persatuan musuh. Ali r.a, adalah pahlawan sejati.

Ketika perang badar akan berkecamuk, dua kubu saling berhadapan tiba-tiba Utbah bin Rabi’ah muncul dari barisan musyrikin dan menantang bertanding satu lawan satu. Tokoh musyrik ini diapit saudaranya, Syaibah dan anaknya, Walid. Maka Bangkitlah, Ubaidah bin Harits, Hamzah dan Ali. Ali r.a, bisa segera menyudahi perlawanan Walid dan menebasnya, begitu juga Hamzah kepada Syaibah. Namun Ubaidah dan Utbah saling terlibat baku hantam, melihat hal itu Ali dan Hamzah melompat mengayunkan pedang kea rah Utbah sampai benar-benar terbunuh. Kemudian Ali dan Hamzah segera memapah Ubaidah yang terluka. Hal ini membuat nyali kaum musyrik melemah.(Lihat Al-Bidayah Wa Nihayah, Karya Ibnu Katsir III/272-273)

Ali juga memiliki peran besar dalam perang – perang besar, seperti perang Khandak, Khaibar dan perang lainnya.

Kemenangan Dibalik Perjuangan

Umat Islam benar-benar telah menjadi pemenang, padahal secara kuantitas jumlahnya jauh lebih kecil. Umat Islam telah menang melawan musuh-musuh Islam dalam perang Badar, dengan perbedaan jumlah yang sangat mencolok.

Allah berfirman, “Sungguh Allah Telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 123)

Umat Islam juga menang melawan musuh-musuhnya pada perang Yamamah dengan hanya 2000 pasukan melawan sedikitnya 40.000 pasukan orang-orang murtad.

Khalid Ibn Walid juga telah menaklukkan Irak dengan membawa 18.000 orang pejuang. Ia bahkan berhasil menghancurkan benteng Persia selama 50 peperangan terus menerus tanpa mengalami kekalahan. Padahal jumlah tentara Persia mencapai 60.000 sampai 120.000 pasukan pada perang Firadh.

Umat Islam juga menang dalam perang Salib dengan hanya 32.000 tentara dan 140.000 pasukan berkuda. Peperangan tersebut terjadi secara terpisah-pisah dan menyebabkan rontoknya kekuatan musuh. Kaum muslimin juga menang dalam pertempuran Nahawand dengan 30.000 pejuang melawan 150.000 tentara Persia.

Pada perang Yarmuk, Umat Islam juga menang dengan jumlah mujahid 39.000 melawan 200.000 tentara Romawi. Sedangkan pada perang lembah Barbat pada penaklukan Andalusia, Umat Islam menang dengan 12.000 tentara melawan 100.000 pasukan Spanyol.@

swaraquran.com

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: